Militer Iran mengancam akan memberikan respons yang "menghancurkan dan tegas" terhadap setiap agresi AS di kawasan Timur Tengah.

Iran melayangkan ancaman balasan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, Rabu (10/6/2026).

Mantan Laksamana Angkatan Laut AS William McRaven mengatakan, serangan terbaru bukan merupakan skenario yang diinginkan pemerintahan Trump.

Iran mendesak pasukan asing di kawasan untuk meninggalkan Timur Tengah demi mengurangi risiko konflik yang semakin meluas.

Donald Trump berjanji akan “menghantam mereka dengan keras” setelah perundingan untuk mengakhiri damai mengalami kebuntuan.

Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan di seluruh Timur Tengah untuk hari kedua berturut-turut