Rupiah tertekan tensi geopolitik Timur Tengah dan kebutuhan valas domestik. BI aktif mengintervensi pasar, optimalkan LCT, dan pastikan cadangan devisa aman.

Nilai tukar rupiah di pasar spot semakin tekanan pada pembukaan perdagangan Rabu (3/6/2026).

Bank Indonesia speaks up about the rupiah exchange rate approaching Rp 18,000 per US dollar.

Bank Indonesia menanggapi pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang mendekati Rp 18.000.

Purbaya menyerahkan penanganan pelemahan nilai tukar rupiah kepada Bank Indonesia, menegaskan itu ranah BI namun siap koordinasi.

Dollar hari ini sempat tembus Rp 18.000 per dollar AS. Simak penyebab rupiah melemah, mulai dari konflik Timur Tengah hingga arus keluar dana asing.

Rupiah tertekan tensi geopolitik Timur Tengah dan kebutuhan valas domestik. BI aktif mengintervensi pasar, optimalkan LCT, dan pastikan cadangan devisa aman.

Sejumlah media asing mewartakan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga menembus level psikologis baru di angka Rp 18.000.

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS. Kurs dolar yang menembus Rp18.000 memicu kekhawatiran pelaku usaha dan pasar.

"Pada dasarnya BI masih menjalankan kegiatan dengan baik dan semuanya masih di bawah kendali mereka. Saya serahkan rupiah ke mereka," kata Purbaya.

Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan cukup dalam terhadap Dolar AS hingga ke level Rp 18.000, Bank Indonesia buka-bukaan biang keroknya.

Rupiah terdepresiasi 80 poin atau 0,46 persen ke level Rp 18.049 per dollar Amerika Serikat (AS).

BI dan pemerintah menyiapkan dua langkah untuk menstabilkan rupiah, yakni menarik modal asing dan menjaga likuiditas.