JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus mengalami tekanan hebat hingga menembus level psikologis baru di angka Rp 18.000.
Kondisi ini turut diwartakan oleh media asing dan mendapat perhatian luas dari dunia internasional. Pelemahan Rupiah juga terjadi di tengah volatilitas harga minyak dunia akibat perang di Iran.
Berikut sorotan dari AFP, Bloomberg, dan The Straits Times terhadap pelemahan rupiah.
Baca juga: Dampak Rupiah Anjlok Bisa sampai Meja Makan, Kelas Menengah Paling Rentan
Kantor berita AFP menyoroti merosotnya rupiah hingga menyentuh angka Rp 18.028 per dollar AS meskipun Bank Indonesia (BI) telah berulang kali melakukan intervensi.













