KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah setelah menyentuh level Rp18.029 per dollar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.
Berdasarkan data perdagangan, mata uang Garuda melemah 63 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan ini memperpanjang tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus bergerak di level rendah terhadap dollar AS.Melemahnya nilai tukar rupiah membuat biaya impor menjadi lebih mahal karena pelaku usaha harus mengeluarkan lebih banyak rupiah untuk membeli barang, bahan baku, maupun komponen dari luar negeri.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi yang pada akhirnya dapat dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang dan jasa.
Tak hanya produk impor, sejumlah barang yang diproduksi di dalam negeri juga bisa terdampak apabila masih bergantung pada bahan baku, mesin, atau transaksi yang menggunakan dollar AS.














