Penulis: Cathrin Schaer/DW Indonesia
DAMASKUS, KOMPAS.com - Sudah dua tahun, empat bulan, 24 hari, dan lima jam, kata Ahmad Hassan al-Din, warga Suriah, ketika ditanya berapa lama sudah berlalu sejak terakhir kali melihat putranya.Pada April 2024, tentara Israel membawa Saddam, yang baru berusia 17 tahun, dari lahan pertanian di dekat Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak 1967."Saddam pergi memberi makan hewan-hewan pagi-pagi sekali,” kata al-Din, yang berasal dari Desa Jubata al-Khashab, Distrik Quneitra, dekat Golan, kepada DW.
"Saya meneleponnya dan dia berkata, ‘Semuanya baik-baik saja.' Kemudian kami melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka membawanya, tangannya diborgol, dan kakinya dirantai.”
Al-Din merekam tentara Israel menggiring putranya melintasi ladang. Video yang dia kirimkan kepada DW itu sebelumnya telah diverifikasi oleh penyelidik sumber terbuka France24 dan sejumlah organisasi hak asasi manusia.
Baca juga: Israel Mulai Bidik Turkiye, Erdogan Diperingatkan Tak Ikut Campur di Suriah








