Tel Aviv -
Militer Israel akhirnya mengakui bahwa pasukannya menembaki mobil yang membawa Hind Rajab, seorang bocah Palestina berusia 5 tahun yang tewas di Jalur Gaza, dalam insiden pada tahun 2024. Tel Aviv telah memerintahkan penyelidikan pidana atas insiden mematikan yang memicu kemarahan internasional tersebut.Jenazah Hind Rajab ditemukan di dalam mobil yang dipenuhi bekas tembakan di area Kota Gaza, beberapa hari setelah komunikasi terakhirnya ke Bulan Sabit Merah Palestina pada 29 Januari 2024. Panggilan telepon terakhir bocah Palestina itu digambarkan penuh keputusasaan dan berlangsung selama berjam-jam.Militer Israel sebelumnya membantah keberadaan pasukannya di dekat lokasi kejadian.
Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2026), militer Israel mengatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan pasukan Tel Aviv "menembaki sebuah kendaraan yang mendekati mereka, yang melaju dengan cara yang bertentangan dengan pemberitahuan awal" yang telah disampaikan kepada penduduk di area tersebut. Disebutkan militer Israel bahwa tembakan awal itu menewaskan lima penumpang, sementara Hind Rajab dan sepupunya, Layan Hamada, selamat.Menurut militer Israel dalam pernyataannya pada Rabu (19/8), pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah kemudian dikoordinasikan untuk mengevakuasi para korban."Namun, menurut dugaan yang muncul, saat ambulans tiba di lokasi kejadian, sebuah peluru ditembakkan ke arah kendaraan tersebut, yang mengakibatkan tewasnya dua paramedis yang berada di dalamnya," sebut militer Israel.Diumumkan juga oleh militer Israel bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan pidana lebih lanjut terhadap insiden tersebut."Setelah meninjau temuan-temuan yang ada dan mengingat adanya dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, diputuskan untuk memulai penyelidikan pidana atas insiden tersebut oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer," kata militer Israel dalam pernyataannya.










