Tel Aviv -
Ketegangan antara Israel dan Turki kembali meningkat, setelah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu secara tersirat mengakui serangan Tel Aviv terhadap sebuah pangkalan udara di Suriah awal pekan ini.Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2026), secara terang-terangan menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyeret negaranya ke dalam "petualangan berbahaya di Suriah". Tuduhan ini menyusul tuduhan Tel Aviv lainnya bahwa Turki mendirikan pangkalan di wilayah Suriah."Israel tidak akan membiarkan pihak mana pun mengancam keamanannya," tegas Katz dalam pernyataan via media sosial X dalam bahasa Ibrani dan Turki.
"Lebih baik bagi Erdogan untuk terus menyampaikan pidato kosong dan penuh delusi yang menentang Israel di parlemen Turki, daripada menguji tekad Israel untuk membela diri," sebut Menhan Israel tersebut. Pernyataan keras Katz ini disampaikan setelah Netanyahu, pada Rabu (19/8), mengatakan bahwa Israel telah mengirimkan pesan kepada Turki untuk tidak mendirikan pangkalan di wilayah Suriah.Pernyataan Netanyahu itu menyiratkan pengakuan atas serangan terhadap pangkalan udara di dekat Aleppo, yang terletak di dekat perbatasan Turki."Kami tidak akan mentoleransi upaya militer Turki untuk memperkuat posisi mereka ke arah selatan, karena itu mengancam kami," kata Netanyahu dalam wawancara podcast dengan radio militer Israel.











