PEMERINTAHAN Turkiye di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan tampaknya tak segan-segan menunjukkan penolakannya terhadap Israel dan rezim pemerintahan yang menahkodainya saat ini.

Kebijakan politik luar negeri Israel yang melakukan pendudukan di Gaza, mendorong Amerika Serikat (AS) untuk memerangi Iran, serta menyerang Hizbullah yang memantik penderitaan yang besar terhadap warga Lebanon, menjadi coreng hitam Israel di mata pemerintahan Turkiye yang memiliki keberpihakan yang kuat terhadap masyarakat muslim di negara-negara tersebut. Salah satu aksentuasi nyata keberpihakan tersebut adalah bagaimana rezim pemerintahan Turkiye berkontribusi besar dalam menggagalkan upaya penggulingan rezim Iran yang akan dilakukan oleh mesin intelijen AS dan Israel—CIA dan Mossad.

Dalam sebuah laporan yang diturunkan oleh The Telegraph —harian yang berbasis di London, Inggris—, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebutkan memaparkan stratak—strategi taktik—penggulingan rezim Iran kepada Donald Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada Februari silam yang melibatkan CIA dan Mossad di dalamnya.

Baca juga: Siapa Mau Jadi ASN?

Salah satu skenario yang dibahas adalah dengan menggerakkan ribuan pejuang Kurdi ke wilayah Barat Iran.