WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) ternyata meragukan kredibilitas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump oleh Iran yang disampaikan oleh Israel saat di Turkiye bulan lalu.
Ancaman itu berkontribusi pada operasi keamanan luar biasa selama penerbangannya dari Turkiye bulan lalu, dikutip dari Washington Post, Rabu (12/8/2026).Mengutip pejabat AS saat ini dan mantan pejabat AS yang mengetahui informasi intelijen tersebut, laporan itu mengatakan, analis CIA tidak menganggap informasi yang diberikan Israel itu meyakinkan dan menyampaikan skeptisisme mereka kepada pejabat pemerintahan Trump.
Seorang pejabat AS bahkan menggambarkan pemberitaan tersebut sebagai berasal dari Israel, bukan dari AS, dan dianggap memiliki tingkat kepercayaan rendah.
Baca juga: Trump Klaim Kuasai Hormuz, Kapal-kapal Justru Lebih Pilih Jalur Iran
Drama Trump pindah pesawat di Turkiye








