WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah secara sepihak mengungkap operasi militer yang diklaimnya sebagai "misi rahasia".

Trump menyebut operasi tersebut berhasil menyelundupkan jutaan barrel minyak mentah melewati pengawasan ketat militer Iran di Selat Hormuz.Menurut penuturan Trump, operasi itu dikerjakan dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi, hingga pihak Teheran diklaim baru mengetahui manuver tersebut setelah dirinya berbicara kepada media.

“Sekarang saya bisa mengatakannya. Sesuatu yang belum Anda ketahui,” ujar Trump dengan gaya khasnya saat diwawancarai wartawan di Ruang Oval, dikutip dari New York Times, Rabu (10/6/2026) pagi.

“Tahukah Anda bahwa kita telah mengambil jutaan barel minyak? Tidak ada satu pun yang tahu. Tahukah Anda siapa yang tidak tahu tentang hal itu? Iran, sampai saat ini,” sambungnya.

Baca juga: Trump Sebut Iran Memohon Gencatan Senjata, Tehran Membantah