WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk berganti pesawat saat meninggalkan Turkiye usai menghadiri KTT NATO akhirnya terkuak.
Langkah ini diambil setelah Dinas Rahasia AS (Secret Service) menerima laporan intelijen mengenai ancaman dari kelompok proksi Iran yang membidik keselamatan Trump dan pesawatnya.Saat terbang menuju Ankara, Trump menumpangi pesawat Boeing 747-8 baru hibah dari Qatar.
Namun, jet mewah berusia 14 tahun tersebut diketahui belum dibekali dengan sistem pertahanan udara canggih, sebagaimana yang terpasang pada armada Air Force One lama.
Baca juga: Baru Dipakai Sekali, Air Force One Baru Akan Dikandangkan Sebulan
Mengetahui tingginya potensi bahaya, pihak Secret Service langsung mendesak Trump untuk segera beralih kembali ke pesawat kepresidenan lama demi menjamin keselamatannya selama penerbangan keluar dari Turkiye.










