Washington DC - Trump bantah transit di Inggris terkait ancaman keamananPresiden AS Donald Trump melakukan transit singkat di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) untuk berganti pesawat dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat dari KTT NATO di Turki.Trump membantah bahwa langkah itu ada hubungannya dengan ancaman keamanan terhadap pesawat. "Saya selalu punya ancaman. Saya nomor satu di daftar mereka," katanya kepada para wartawan.Trump dan rombongannya terbang dari Ankara ke RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris timur, menggunakan Air Force One lama sebelum beralih ke model baru yang dihadiahkan Kerajaan Qatar kepadanya tahun lalu.

Sebelumnya, Trump menulis di media sosial bahwa Air Force One "yang baru dan benar-benar spektakuler" itu dikirim ke pangkalan udara Inggris untuk memberi personel militer AS yang bertugas di sana "kesempatan untuk melihat pesawat itu dari dekat."Ia juga mengatakan terbang dari Turki ke Inggris menggunakan Air Force One lama "demi nostalgia." New York Times melaporkan Rabu (08/07) malam bahwa pergantian pesawat itu dilakukan atas permintaan Dinas Rahasia AS "sebagai langkah pencegahan keamanan." Mengutip sumber anonim, surat kabar itu menyebut pesawat baru memiliki beberapa keterbatasan dibanding yang lama, meski bukan karena adanya ancaman spesifik.Trump: Iran 'sangat ingin membuat kesepakatan'Dalam penerbangan pulang dari KTT NATO di Turki menuju Washington pada Kamis (09/07) pagi, Trump mengklaim Iran "baru saja menelepon" dan "sangat ingin membuat kesepakatan.""Saya tidak tahu apakah mereka layak untuk membuat kesepakatan," katanya kepada para wartawan di dalam Air Force One. "Saya tidak tahu apakah mereka akan menepati kesepakatan itu, itulah masalahnya."Ketika ditanya mengapa pasukan Iran masih terus menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz jika mereka berminat pada kesepakatan, Trump menjawab bahwa mereka "agak gila."Pernyataan itu dilontarkan setelah AS melancarkan gelombang serangan baru ke Iran pada Rabu malam hingga Kamis (09/07) pagi.Sebelumnya, Trump kerap melaporkan adanya telepon atau percakapan yang kemudian dibantah seluruhnya atau sebagian oleh pihak lain.Perunding Iran: Hormuz hanya akan dibuka dengan 'syarat dari Iran'Kepala perunding Iran memperingatkan AS bahwa serangan militer yang terus berlanjut tidak akan ada gunanya, dan menegaskan Selat Hormuz hanya akan dibuka berdasarkan ketentuan yang ditetapkan Iran sendiri."Jangan meronta-ronta sia-sia, atau kamu akan semakin tenggelam," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf di media sosial Kamis (09/07) pagi. "Selat Hormuz hanya akan dibuka dengan 'pengaturan Iran', bukan ancaman Amerika."Ghalibaf, yang juga menjabat Ketua Parlemen Iran, turut memperingatkan AS bahwa Iran akan terus membalas setiap serangan."Amerika belum juga belajar bahwa intimidasi dan ingkar janji tidak lagi tanpa konsekuensi. Biar saya jelaskan dengan lugas: jika kamu menyerang, kamu akan dibalas."Penasihat Iran: Musuh akan 'dihukum berat'Mohsen Rezaee, perwira militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekaligus penasihat senior pemimpin tertinggi negara itu, menyatakan Rabu malam bahwa musuh-musuh Iran akan "dihukum berat."Dalam unggahannya di media sosial, Rezaee pertama-tama mengutip sebuah ayat Al-Quran dalam bahasa Arab: "Maka barang siapa menyerang kamu, seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu."Ia kemudian menambahkan dalam bahasa Persia: "Musuh agresor dan para sekutunya akan dihukum berat."Trump: Serangan adalah 'pembalasan' atas aksi IranPresiden AS Donald Trump menyebut gelombang serangan terbaru ke Iran pada Rabu (08/07) malam sebagai "pembalasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran kemarin" di Selat Hormuz.Di sela serangkaian video singkat tanpa komentar dalam 30 menit terakhir yang diduga menampilkan serangan rudal terbaru ke Iran, Trump menulis di media sosial: "Jika ini terjadi lagi, dampaknya akan jauh lebih buruk!"Iran menyerang tiga kapal kargo di Selat Hormuz pada Selasa (07/07), dalam serangan yang tampaknya mendorong Trump menyatakan gencatan senjata yang rapuh itu berakhir dan melanjutkan serangan ke Iran.Sebelumnya pada Rabu (08/07), Trump melontarkan serangkaian pernyataan yang tampak saling bertentangan soal cakupan perang. Ia mengatakan aksi saling serang ini tidak akan berujung pada tindakan militer "jangka panjang" dan bahwa "apa pun yang terjadi akan berlangsung sangat cepat." Namun ia juga menyiratkan militer AS mungkin akan "menyelesaikan pekerjaan ini sampai tuntas."Serangan baru akan lebih besar dari malam sebelumnya, kata pejabat ASGelombang serangan Amerika terbaru ke Iran akan lebih besar jumlahnya dibanding yang dilancarkan Selasa (07/07) malam, kata seorang pejabat AS kepada kantor berita Reuters pada Rabu (08/07) sore.Selasa malam (07/07), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim pasukannya telah menghantam lebih dari 80 target, termasuk sistem pertahanan udara Iran, pos radar pesisir, dan 60 kapal kecil IRGC.Sementara itu, IRGC menyatakan telah membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain sepanjang Rabu (08/07).Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa InggrisDiadaptasi oleh Fika RamadhaniSimak Video 'Trump Rilis Statemen yang Bikin Iran AS Makin Mendidih':