Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto menyinggung BUMN yang dinilai terkadang bekerja seenaknya. Dia menyebut, pemerintah sampai tidak dianggap.Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 & Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026)."BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab ke bangsa dan negara pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham kenapa bagaimana bisa terjadi seperti ini," katanya.
Oleh karena itu, Prabowo membuka rencana untuk mengusut direksi-direksi BUMN 30 tahun ke belakang. "Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan adhoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang," katanya.Di sisi lain, ia juga membuka peluang amnesti atau pengampunan bagi mereka yang tobat."Tapi saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta kalau perlu kita memberi juga peluang, semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui, nah ini saya serahkan kepada wail-wakil rakyat untuk memutuskan," katanya.
(acd/acd)









