TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang penasihat komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Rabu (12/8/2026) bahwa Teheran dapat memperpanjang perang dengan Amerika Serikat (AS) hingga Presiden Donald Trump tidak lagi menjabat.

"Kita harus mencapai daya tangkal agar musuh tidak pernah berani menyerang kita, sehingga kita bisa hidup dengan aman," ujar Mohammad Reza Naqdi kepada PBS, yang dikutip CNN."Salah satu caranya adalah dengan memperpanjang perang ini hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menguras pengurasan kekuatan lawan, sehingga jika ada pihak lain yang ingin menyerang Iran, mereka akan tahu bahwa ada harga yang harus dibayar," imbuhnya.

Baca juga: AS-Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata, Teheran Membantah

Pernyataan itu disampaikan saat perundingan damai antara AS dan Iran masih menemui sejumlah kebuntuan meski Pakistan yang bertindak sebagai mediator sempat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Rabu (12/8/2026).

Teheran bahkan menolak klaim tersebut dan mengaku akan terus menutup Selat Hormuz hingga semua tuntutannya dipenuhi oleh AS.