KETIKA Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta berbagai sasaran Amerika Serikat di Timur Tengah, satu pertanyaan menarik muncul: bagaimana mungkin negara yang selama puluhan tahun hidup di bawah embargo dan berbagai tekanan teknologi mampu membangun kemampuan seperti itu?
Konflik Iran dengan Amerika Serikat yang berlangsung sejak awal 2026 bahkan telah menguras sebagian besar persediaan sejumlah rudal presisi jarak jauh Amerika Serikat.Jawabannya tidak hanya terletak pada industri pertahanan. Di balik drone, rudal, satelit dan teknologi militernya terdapat sesuatu yang lebih besar: pembangunan ekosistem ilmu pengetahuan.
Iran bukan satu-satunya negara Timur Tengah yang sedang membangun ekosistem semacam itu.
Di sisi lain Teluk Persia, Arab Saudi melakukan hal yang sama dengan cara yang sangat berbeda.
Jika Iran membangun sains dalam kondisi yang mendorongnya mengejar kemandirian teknologi, Saudi menggunakan kekayaan minyak untuk mempercepat pembangunan kapasitas pengetahuan.









