KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (12/8/2026).
Meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat hujan berhenti sepenuhnya.
BMKG menjelaskan, perkembangan kondisi iklim hingga akhir Juli 2026 menunjukkan kecenderungan atmosfer yang semakin mendukung kondisi kering di Indonesia.“Fenomena El Nino kuat dan IOD yang cenderung positif masih menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Kondisi tersebut tercermin dari 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) yang telah memasuki musim kemarau.
Selain itu, distribusi curah hujan pada Dasarian III Juli 2026 juga didominasi kategori rendah. Sekitar 76,3 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami sifat hujan di bawah normal.








