KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada Selasa (4/8/2026), meski telah memasuki musim kemarau.
BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan berhenti sepenuhnya.
Dalam kondisi tertentu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi akibat pengaruh berbagai dinamika atmosfer."Meskipun dampak kemarau sudah secara nyata dirasakan, bukan berarti hujan tidak dapat terjadi," tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG mencatat, pada periode 27–29 Juli 2026, hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Barat dengan curah hujan mencapai 126 mm per hari, Kepulauan Riau (97 mm/hari), dan Aceh (83,5 mm/hari).
Baca juga: BMKG Ungkap 4 Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak Siklon Tropis Mekkhala










