KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan wilayah yang berpotensi diguyur hujan pada Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan unggahan resmi BMKG pada Selasa (4/8/2026), memasuki awal Agustus 2026, musim kemarau diperkirakan masih berlanjut dan berpotensi meluas di sejumlah wilayah Indonesia.Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian III Juli 2026 menunjukkan sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH sangat panjang selama 31-60 hari. Sementara itu, 306 titik pengamatan lainnya tercatat mengalami HTH ekstrem panjang, yakni lebih dari 60 hari.

Seiring meluasnya kondisi kering, dampak musim kemarau juga mulai terlihat di berbagai daerah. BMKG mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Meski demikian, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.

Pada periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, BMKG mencatat curah hujan sangat lebat terjadi di Aceh mencapai 164,3 milimeter per hari, Sumatera Utara 144 mm per hari, Sumatera Barat 102,5 mm per hari, Kepulauan Riau 97 mm per hari, serta Kalimantan Utara 59 mm per hari.