BANYUMAS, KOMPAS.com - Keluarga melaporkan kasus kematian Sutrimo ke polisi pada Sabtu (8/8/2026) malam. Keluarga ingin mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Juli 2026 pagi.
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong. Jenazah Sutrimo kemudian tiba di kampung halamannya, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas dan langsung dimakamkan pada Kamis (23/7/2026) malam.Pantauan Kompas.com, keluarga tiba di Mapolresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.22 WIB dan langsung menuju gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Terdapat empat perwakilan keluarga didampingi ketua RT yang datang ke kantor polisi.
Proses pembuatan laporan berlangsung lebih dari dua jam. Keluarga bersama penasihat hukumnya baru keluar dari ruangan sekitar pukul 23.44 WIB.







