PEKALONGAN, KOMPAS.com – Kasus kekerasan seksual yang melibatkan dua guru di SMAN 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi perbincangan setelah keluhan belasan siswa mencuat di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah sudah menghentikan sementara kedua guru dari kegiatan mengajar dan Dinas Pendidikan memindahkan keduanya ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala SMAN 1 Kedungwuni, Ary Purwanti, mengkonfirmasi bahwa pihak sekolah mengetahui hal tersebut secara resmi setelah belasan siswa menemui dirinya pada Senin (27/7/2026).Baca juga: Puluhan Siswa SMKN 1 Nanggulan Kulon Progo Alami Mual dan Diare, Sampel Makanan MBG Diuji

Sebelumnya, kata dia, isu itu sudah beredar di kalangan siswa sejak satu pekan sebelumnya. Namun, lanjut dia, hal tersebut belum disampaikan langsung kepada pihak sekolah. "Saya enggak tahu, tahu-tahu itu hari Senin. Sebelumnya memang anak-anak sudah kasak-kusuk sejak Kamis dan Jumat. Puncaknya hari Senin, sekitar 15 sampai 17 anak bertemu saya dan menyampaikan keluhan," kata Ary saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).

Menurut Ary, mayoritas siswa yang datang mengaku menjadi korban dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh dua guru laki-laki, masing-masing guru olahraga dan guru seni musik. Tindakan tersebut disebut meliputi pelecehan secara verbal maupun fisik.