TEHERAN, KOMPAS.com - Iran kini memanfaatkan konflik militer yang berkobar selama enam bulan terakhir untuk mengejar ambisi strategisnya di Timur Tengah.

Alih-alih berfokus pada isu nuklir yang selama ini disorot Amerika Serikat (AS) dan Israel, Teheran mengarahkan kekuatan utamanya untuk mengamankan kendali permanen atas Selat Hormuz.Status penguasaan tersebut berpeluang segera diformalkan melalui kesepakatan antara Iran dan Oman terkait penetapan sistem biaya layanan bagi kapal yang melintasi koridor perdagangan tersebut.

Baca juga: Trump Bisa Memantik Perang Dunia III: Kecaman Iran pada Ultimatum Presiden AS

Direktur Studi Teluk Persia di Pusat Penelitian Ilmiah dan Studi Strategis Timur Tengah di Teheran, Javad Heirannia menilai, langkah ini sebagai bagian dari kalkulasi keuntungan strategis jangka panjang bagi Republik Islam Iran.

"Tujuan terpenting Iran adalah mengubah pencapaian militernya dan tekanan perang menjadi keuntungan permanen dan diakui secara strategis, yaitu kendali atas Selat Hormuz," kata Heirannia, dikutip dari Newsweek, Selasa (4/8/2026).