PERANG Iran 2026, yang bergolak sejak 28 Februari hingga 17 Juni 2026, mencatatkan diri sebagai salah satu konfrontasi kinetik paling destruktif di Timur Tengah pada abad ke-21.

Konflik ini meletus setelah negosiasi tidak langsung terkait program nuklir dan rudal balistik Iran menemui jalan buntu pada awal tahun.

Melalui operasi udara skala besar bersandi Operation Epic Fury oleh Pentagon dan Operation Roaring Lion oleh Israel, koalisi langsung menyasar infrastruktur militer, fasilitas nuklir, serta pusat kepemimpinan di Teheran.Dampak pembuka yang paling mengguncang adalah terjadinya dekapitasi kepemimpinan politik dan militer tertinggi Iran.

Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei tewas di kediamannya pada hari pertama serangan, disusul tewasnya pejabat kunci seperti Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Ali Shamkhani dan Panglima IRGC Mohammad Pakpour.

Iran membalas masif dengan ratusan rudal balistik dan pesawat tanpa awak ke wilayah Israel, pangkalan Amerika Serikat, serta negara-negara Arab Teluk, yang memicu kerusakan masif dan korban jiwa yang luar biasa di kedua belah pihak.