Jakarta -
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan bahwa AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada hari Rabu besok. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan menstabilkan harga energi."Kami sedang bernegosiasi dengan Iran, dan saya pikir ada kemungkinan kami dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent pada hari Selasa dalam sebuah wawancara dengan CNBC, dilansir AFP, Selasa (4/8/2026).
Bessent turut menanggapi apakah kesepakatan tersebut akan memungkinkan Iran untuk mengenakan biaya tol pada pengiriman yang menggunakan selat tersebut. Bessent menyinggung 'kebebasan bergerak' termasuk untuk melintasi Selat Hormuz."Saya pikir itu akan menjadi kebebasan bergerak," katanya. Komentar Bessent seiring dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin, yang bersikeras bahwa jalur air tersebut dapat dibuka kembali dalam beberapa jam setelah ia menarik kembali ancaman serangan militer besar-besaran terhadap Iran.Sementara, Kementerian Luar Negeri Iran membantah bahwa negosiasi dengan Washington sedang berlangsung. Pada saat itu, sebuah proyektil tak dikenal menghantam kapal kargo di Selat Hormuz, titik ketegangan utama dalam konflik AS-Iran.Bessent optimistis tentang dampak kesepakatan dengan Iran mengenai selat tersebut terhadap harga energi. Ia mengatakan ratusan kapal sedang menunggu untuk berlayar."Meskipun situasinya masih agak genting dalam beberapa hari terakhir, kami telah melihat cukup banyak kapal yang berlayar bahkan sekarang," kata Bessent."Jadi, saya memperkirakan harga energi akan kembali stabil, yang, seperti yang saya katakan, akan baik untuk seluruh dunia," imbuhnya.Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer baru untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi pada Minggu (2/8). Meski demikian, Trump menegaskan bahwa tekanan terhadap Teheran akan tetap berlanjut hingga tercapai "kesepakatan atau penyerahan total".Trump mengatakan keputusan tersebut diambil setelah menerima permintaan dari sejumlah sekutu di Timur Tengah. Menurutnya, kerangka kesepakatan yang tengah dibahas mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz serta penghapusan ancaman nuklir oleh Iran."Berdasarkan permintaan tersebut, saya setuju membatalkan serangan demi masa depan dunia dan demi kelangsungan Iran yang sukses dan makmur, selama kesepakatan dapat segera dicapai."Lihat juga Video: Iran Siapkan Rute Aman Pelayaran di Selat Hormuz untuk Oman







