Jakarta -
Setelah rencana Presiden FIFA Gianni Infantino membentuk anak perusahaan komersial untuk Piala Dunia dan ajang FIFA lainnya gagal, ancaman boikot UEFA terhadap turnamen FIFA pun lenyap. Meski demikian, UEFA mengatakan sedang "membangun kembali kepercayaan" terhadap FIFA. Perhatian ekstra pun jadi tertuju pada pertandingan tim speak bola perempuan yang akan berlangsung dalam dua bulan ke depan. Beberapa di antaranya adalah Piala Dunia U-20 dan Piala Dunia U-17 yang masing-masing akan dimulai pada September dan Oktober mendatang. Di samping itu, dalam dua bulan ke depan juga akan ada sejumlah pertandingan di berbagai belahan dunia untuk menentukan tim-tim terpilih dalam Piala Dunia putri tahun depan di Brasil. Meski proposal pembentukan anak perusahaan FIFA hampir tidak menyinggung sepak bola perempuan, berbagai pertandingan tersebut akan menjadi ujian pertama mengenai kondisi sepak bola setelah rencana itu dibatalkan. Meski sudah tidak ada ancaman boikot, penyelenggaraan turnamen juga akan menghadapi tantangan lebih besar di tengah kekacauan yang melanda FIFA. Situasi tersebut pun dinilai kurang ideal bagi tim-tim yang bertanding, terlebih bila mengingat pentingnya turnamen tersebut.Asosiasi sepak bola menarik dukungan mereka kepada InfantinoBadan pengelola sepak bola Eropa telah membentuk barisan bersama. Menurut perkiraan, sebagian besar asosiasi sepak bola di Eropa akan menarik dukungan mereka kepada Infantino dalam beberapa hari mendatang. Finlandia adalah negara pertama yang secara terbuka mencabut dukungannya terhadap Infantino. Langkah tersebut dilanjutkan Wales yang menyatakan bahwa Infantino "gagal memprioritaskan kepentingan utama speak bola dan kegagalan tersebut tidak dapat kami terima." Tak lama kemudian, Inggris juga menarik dukungannya. Pihak yang belum secara resmi menyatakan menarik dukungannya adalah Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB). Asosiasi tersebut merupakan organisasi olahraga terbesar di dunia. Namun, diperkirakan Jerman akan menyusul langkah Wales dan Finlandia. Perkiraan ini muncul setelah melihat pernyataan Direktur DFB Andreas Rettig belum lama ini. Dalam wawancara dengan majalah Stern, pria berusia 63 tahun itu mengatakan tindakan terbaru Infantino telah menyebabkan "hilangnya kepercayaan yang tidak dapat diperbaiki" dan sepak bola membutuhkan "tombol reset". "Kita membutuhkan budaya yang berbeda. Karena kepercayaan adalah mata uang yang paling sulit diperoleh," kata Rettig. "Menurut pandangan saya, Infantino telah mencurahkan banyak waktu, uang, dan energi untuk mempertahankan struktur kekuasaannya. Jelas bahwa banyak keputusan yang diambil bertujuan memperkuat posisinya sendiri," lanjut Rettig.Pemilihan presiden FIFA tahun depanPemilihan presiden FIFA akan digelar pada 18 Maret 2027 dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko. Infantino akan kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan terakhir selama empat tahun ke depan. Agar kembali terpilih, Infantino harus meraih 106 suara dari 211 anggota FIFA. Saat ini UEFA memiliki 55 suara, Afrika 54, Asia 46, Concacaf 35, Oseania 11, dan Conmebol 10. Secara aturan, setiap negara anggota memiliki satu suara dan pemungutan suara dilakukan secara rahasia. Proses ini membutuhkan waktu. Namun, tekanan terhadap Infantino semakin meningkat. Jika 19 dari 37 anggota Dewan FIFA meminta rapat darurat dalam dua pekan ke depan, Infantino bisa saja diminta mengundurkan diri. Sejumlah anggota dewan, termasuk Bernd Neuendorf dari Jerman, mengkritik Infantino secara terbuka karena dianggap gagal berkonsultasi dengan mereka terkait rencana terbarunya. Kongres Luar Biasa FIFA pun bisa terjadi jika ada permintaan resmi dari 43 asosiasi speak bola. UEFA yang memiliki keanggotaan tersbesar punya wewenang untuk mengajukan permintaan tersebut kapan saja. Infantino bisa dicabut dari bursa pencalonan ketua bila ada 106 suara yang menyatakan keberatan. Tadinya Infantino punya peluang besar untuk kembali terpilih. Namun, peluang tersebut berubah setelah adanya kecaman akibat rencana rencana Infantino menjual sebagian saham dalam kompetisi FIFA kepada investor swasta. Piala Dunia pada tahun ini diperkirakan meraih pendapatan sebesar 15 miliar dolar AS. Angka ini jauh di atas perkiraan. Idealnya, angka tersebut bisa memperkuat posisi Infantino dalam organisasi mengingat sebagian besar pendapatan itu akan didistribusikan kembali kepada organisasi anggota FIFA.











