ZURICH, KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyatakan, tetap melanjutkan rencana untuk membuka investasi swasta pada bisnis komersial kompetisinya, termasuk Piala Dunia, meski menghadapi ancaman boikot.

Sikap tersebut muncul setelah UEFA, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menolak rencana tersebut. Ketiga konfederasi itu khawatir masuknya investor swasta akan mengubah arah pengelolaan sepak bola demi kepentingan komersial.Dalam pernyataan pada Jumat (24/7/2026), FIFA mengatakan bahwa proses konsultasi sempat terganggu oleh laporan media yang dinilainya tidak akurat. Meski demikian, organisasi tersebut memastikan pembahasan tetap berlanjut.

Baca juga: Bos FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia, Keluarga Menantu Trump Masuk Daftar Investor

"Kami akan melanjutkan proses konsultasi ini untuk memastikan setiap asosiasi anggota memiliki kesempatan memberikan suara berdasarkan fakta," demikian pernyataan FIFA, yang dikutip BBC.

FIFA juga membantah anggapan bahwa pihaknya menjual Piala Dunia maupun sepak bola.