KOMPAS.com - Rencana Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menjual sebagian saham operasinal Piala Dunia menuai kecaman dari berbagai asosiasi.
Pada Selasa (28/7/2026), FIFA berencana menjual saham itu melalui pembentukan anak perusahaan swasta. Meski demikian, mereka mengeklaim akan mempertahankan saham mayoritas di FIFA Forward Enterprise (FFE).Harapannya, skema ini akan menghasilkan 4,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 75,94 triliun akhir tahun ini.
Presiden FIFA, Gianni Infantino bahkan dilaporkan telah mengirim surat kepada asosiasi-asosiasi sepak bolah yang menyatakan bahwa masing-masing akan menerima 40 juta dollar AS atau sekitar Rp 723,3 miliar jika mereka mendukung rencana tersebut.
Namun, mereka harus menandatanganinya paling lambat tanggal 19 September.
Baca juga: Bos FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia, Keluarga Menantu Trump Masuk Daftar Investor













