Penulis: Hans Ziegler/DW Indonesia

Dalam tanggapan resmi pertamanya setelah ribuan migran memadati Ceuta, Spanyol, pemerintah Maroko menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh penyebaran informasi palsu di internet.Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Maroko, arus kedatangan migran itu bukanlah sesuatu yang terorganisasi, melainkan terjadi secara spontan.

Ia menyalahkan penyebaran informasi yang keliru di dunia maya, aktivitas para penyelundup manusia, serta penafsiran yang salah terhadap putusan pengadilan Spanyol. Putusan tersebut dinilai mempersulit pemulangan migran ke negara asal mereka.

Baca juga: Spanyol Curiga Israel Dalangi Serangan Migran di Ceuta

Kesaksian para migran berbeda