JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan adanya 414 temuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menerima uang ke rekening, tetapi dapurnya belum beroperasi.

“Dalam proses pemeriksaan, setelah kami periksa semua ribuan-ribuan rekening ini, kami menemukan semacam anomali,” kata Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).“Setelah kami verifikasi satu persatu, kami telah menemukan adanya 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya dapurnya enggak ada, atau dapurnya belum beroperasi,” sambung dia.

Baca juga: Melihat Pagu Anggaran BGN 2027 Rp 270 Triliun Sebelum Putusan MK soal MBG

Padahal, kata Sudaryono, pemerintah pusat telah menyalurkan saldo untuk program MBG ke rekening SPPG masing-masing melalui virtual account.

“Ternyata, rekening penampungan rekening dapur itu, either dapurnya itu belum beroperasi atau ada yang satu dapur punya beberapa rekening virtual account,” tutur dia.