ANKARA, KOMPAS.com - Turkiye menargetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu tiga tahun.
Proyek tersebut digadang dapat mengurangi ketergantungan pelayaran barang melalui Selat Hormuz, sebagaimana dilansir Sputnik via Antara.Selat Hormuz, jalur penting terhadap seperlima dari komoditas minyak dunia, sedang menghadapi risiko gangguan di tengah perang Iran.
Baca juga: Iran Tolak Usul Oman soal Pembagian Selat Hormuz, Minta Kendali Lebih Besar
"Proyek ini bisa saja selesai dalam waktu empat hingga lima tahun, tetapi kami masih akan membahas apakah proyek itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun setelah pekerjaannya dimulai," kata Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu seperti dikutip surat kabar pro-pemerintah Yeni Safak, Jumat (31/7/2026).
Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telepon dan energi.








