ABU DHABI, KOMPAS.com - Uni Emirat Arab (UEA) telah menyelesaikan hampir 50 persen dari jalur pipa minyak yang akan melewati Selat Hormuz.
Ini merupakan solusi bagi produsen Teluk yang mencari rute ekspor alternatif di tengah penutupan jalur air utama Selat Hormuz yang berkepanjangan.“Saat ini, terlalu banyak energi dunia masih mengalir melalui terlalu sedikit titik hambatan,” kata CEO Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) Sultan Ahmed Al Jaber, Rabu (20/5/2026), dilansir Anadolu.
Baca juga: UEA Kecam Iran yang Memperluas Blokade Selat Hormuz ke Wilayahnya
Jalur pipa baru ini diharapkan dapat menggandakan kapasitas ekspor ADNOC melalui Fujairah, pelabuhan UEA di Teluk Oman yang terletak di luar Selat Hormuz.
Pembangunan proyek ini dikebut karena perang Iran, dan jalur pipa tersebut diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2027.













