ABU DHABI, KOMPAS.com - Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan jalur pipa minyak baru yang dirancang untuk melewati Fujairah dan menghindari Selat Hormuz.

Pengumuman UEA tersebut datang di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.Mengutip Kantor media Abu Dhabi, Al Jazeera pada Jumat (15/5/2026) malaporkan, Putra Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah memimpin rapat komite eksekutif Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) guna membahas perkembangan proyek strategis tersebut.

Baca juga: Iran Secara Terbuka Kecam UEA karena Berpihak ke AS dan Israel dalam Perang

Pipa baru itu nantinya akan mengalirkan minyak dari Abu Dhabi menuju Teluk Oman melalui Fujairah tanpa melewati Selat Hormuz, jalur laut vital yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perdagangan energi dunia.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027 dan diperkirakan mampu menggandakan kapasitas ekspor minyak UEA melalui Fujairah demi memenuhi permintaan energi global.