JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia menanggapi penutupan permanen atau penangguhan (suspend) operasional terhadap 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN Indonesia, Syawaludin Aweng, menyatakan kebijakan suspend tersebut berdampak sistemik pada kerugian investasi hingga miliaran rupiah serta potensi pemutusan hubungan kerja bagi puluhan ribu tenaga kerja."Beliau enggak berpikir soal dampak daripada kebijakannya ini. Beliau pernah bertanya enggak kepada para mitra, kepada semua secara berjenjang, untuk memastikan bahwa kekeliruan ini sumbernya dari mitra atau dari para pihak yang lain," kata Syawaludin kepada Kompas.com, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Kepala BGN Umumkan 833 Dapur MBG Ditutup Permanen
Asosiasi mendesak Kepala BGN, Sudaryono, untuk fokus membenahi tata kelola internal ketimbang melakukan penutupan permanen tanpa proses evaluasi yang jelas.
Pertanyakan evaluasi dan peran SPPI












