Jakarta -
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu senang atas pemecatan jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan atas tuduhan pelanggaran seksual. Netanyahu yang menjadi subjek surat perintah penangkapan ICC itu, menyebut Khan sebagai "penipu".Khan pada tahun 2024 berhasil mendorong agar Netanyahu dan pejabat Israel lainnya didakwa dengan dugaan kejahatan perang terkait perang Gaza.Langkah tersebut, yang memicu kemarahan sekutu Israel, Amerika Serikat, telah mempersulit perjalanan Netanyahu ke negara-negara anggota ICC yang berbasis di Den Haag, Belanda.
Netanyahu, berbicara di program "Sunday Morning Futures" di Fox News, mengklaim bahwa Khan mengajukan dakwaan tersebut untuk mengalihkan perhatian dari dugaan kejahatan yang dilakukannya sendiri. "Dia berpikir, jika ada dakwaan, dia akan tetap punya pekerjaan. Ternyata ada dakwaan, dan dia kehilangan pekerjaannya," ujar Netanyahu, dilansir kantor berita AFP, Senin (27/7/2026)."Dia kehilangan pekerjaannya karena dia disingkirkan oleh sebagian besar negara yang tahu bahwa dia adalah penipu," imbuhnya.Khan, 56 tahun, diskors bulan lalu oleh badan pengatur utama ICC dan telah membantah semua tuduhan pelanggaran.Namun, dalam pemungutan suara pada hari Jumat lalu di markas besar PBB di New York, sebanyak 82 dari 125 anggota ICC memberikan suara secara rahasia untuk menyingkirkannya karena "pelanggaran serius dan pelanggaran tugas yang serius."Pengacaranya mengatakan dia berencana untuk menantang keputusan tersebut "melalui semua mekanisme hukum yang tersedia."












