WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya tidak takut bepergian ke negara yang mengakui yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional (ICC), meski berisiko ditangkap berdasarkan surat perintah yang diterbitkan pengadilan tersebut.
Dalam wawancara dengan Fox News saat berkunjung ke Amerika Serikat, Netanyahu bahkan menyebut Israel memiliki pasukan khusus yang dapat diberi tugas baru jika dirinya ditahan."Kami punya pasukan khusus. Saya pernah bertugas bersama mereka selama lima tahun. Mari beri mereka tugas baru," kata Netanyahu, seperti dikutip The Jerusalem Post, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Netanyahu Mendadak Ingin Setop Bantuan Militer AS untuk Israel, Diganti Hal Ini
Selain menyebut ICC korup, Netanyahu juga menganggap bahwa lembaga yang berbasis di Den Haag itu sebagai birokrasi yang tidak dipilih rakyat dan menurutnya berpotensi bertindak melampaui kewenangan.
Netanyahu juga mengeklaim ICC suatu saat dapat menuduh presiden maupun tentara Amerika Serikat sebagai penjahat perang, sebagaimana pengadilan itu menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.














