Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukan khusus Israel siap siaga untuk melakukan intervensi guna menyelamatkan dirinya, jika dia ditangkap saat berada di luar negeri.Pernyataan tersebut disampaikan saat Netanyahu menghadapi ancaman penangkapan berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC), terkait tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel pada warga Palestina di Jalur Gaza.Beberapa waktu terakhir, Wali Kota New York Zohran Mamdani menyerukan penangkapan Netanyahu jika dia berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Mamdani secara terang-terangan menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan meminta pemerintah federal AS melaksanakan surat perintah penangkapan ICC terhadap PM Israel tersebut.

Dalam wawancara dengan presenter media AS Fox News, Sean Hannity, seperti dilansir Middle East Monitor dan The Independent, Sabtu (1/8/2026), Netanyahu ditanya apakah dia khawatir jika diharuskan mendarat di AS atau negara-negara lainnya dalam situasi darurat, seperti "kondisi darurat medis". "Anda bepergian ke luar negeri, jangan sampai terjadi, lalu Anda mengalami keadaan darurat medis, dan harus mendarat, dan Anda hendak mendarat di negara yang mengakui ICC. Itu akan memperumit situasi. Apakah Anda mengkhawatirkan hal tersebut?" tanya Hannity kepada Netanyahu."Iya, saya memikirkannya. Anda tahu, kami memiliki pasukan khusus di sekitar ini. Saya sendiri pernah bertugas di sana selama lima tahun," jawab PM Israel tersebut.Hannity menanggapi dengan menyebut militer Israel "sangat tangguh", yang kemudian ditimpali oleh Netanyahu: "Iya, mari kita berikan mereka tugas baru."Kata-kata Netanyahu tersebut mengisyaratkan bahwa unit pasukan khusus Israel itu dapat ditugaskan untuk menyelamatkan dirinya, seandainya dia ditangkap saat berada di luar negeri.