Jakarta -
Perum Jasa Tirta II (PJT II) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang petugas keamanan yang bertugas di wilayah kerja perusahaan di area Waduk Jatiluhur.Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, mengatakan, Direksi dan Manajemen berkomitmen memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus mendukung penuh proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum."Peristiwa ini merupakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Perum Jasa Tirta II. Kami kehilangan salah satu insan perusahaan yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi," kata Imam dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Imam menyebut prioritas perusahaan saat ini adalah memastikan keluarga almarhum memperoleh pendampingan yang layak serta memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta di balik peristiwa ini."Kami berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban," ujarnya.Sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan, pada Sabtu malam (25/7), perwakilan Manajemen Perum Jasa Tirta Il telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum.Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi (26/7) oleh jajaran Direksi PJT II. Direksi PJT II memberikan santunan, pemenuhan seluruh hak kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku, serta jaminan keberlangsungan pendidikan bagi kedua putra-putri almarhum hingga menyelesaikan pendidikannya.Direksi PJT II juga memberikan kesempatan kepada putra sulung almarhum untuk bergabung dan berkarya di Perum Jasa Tirta II. Kesempatan tersebut akan diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan perusahaan.Imam juga menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral perusahaan sekaligus penghormatan atas dedikasi almarhum selama menjalankan tugas."Pendampingan yang kami berikan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada Perum Jasa Tirta II. Kami berharap kehadiran perusahaan dapat memberikan ketenangan dan menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit ini," tambahnya.Dikutip dari detikJabar, seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Waduk Jatiluhur ditemukan tak bernyawa di tepian danau area Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) siang. Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan seragam dinas lengkap tersebut berada dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol ke belakang.Korban teridentifikasi bernama Sumarna (40). Ia diketahui tengah menjalankan tugas piket malam di area waduk sebelum akhirnya ditemukan tewas. Dugaan kuat mengarah pada tindak pidana pembunuhan.Saksikan Live DetikSore:











