PURWAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami aktivitas terakhir Sumarna (40), petugas keamanan (satpam) Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sebelum ditemukan tewas mengambang dengan kedua tangan terborgol.
Salah satu informasi yang kini ditelusuri adalah dugaan bahwa korban sempat menegur sekelompok orang yang melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital tersebut.
Informasi itu diperkuat dengan keterangan sejumlah warga serta unggahan status WhatsApp yang diduga dibuat korban beberapa saat sebelum ditemukan meninggal dunia.Dalam unggahan tersebut, korban memperlihatkan adanya coretan di salah satu tanggul Waduk Jatiluhur dan meminta agar vandalisme tersebut dibersihkan.
Seorang warga, Warta, mengatakan korban memang dikenal aktif menjaga kawasan waduk dari aksi perusakan.
“Kabarnya dia melarang orang yang mau corat-coret. Memang itu tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret terjadi malam Rabu, lalu selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” kata Warta, Sabtu (25/7/2026).










