RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi kini semakin bergantung pada satu jalur utama untuk mengekspor minyak setelah konflik Iran mengganggu dua jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.
Selama perang berlangsung, Riyadh mengalihkan ekspor minyak dari Selat Hormuz ke Laut Merah melalui jaringan pipa East-West Pipeline dan mengirimkannya melewati Selat Bab El-Mandeb menuju Asia.Menurut Richard Bronze dari Energy Aspects, pengiriman melalui terminal Laut Merah naik menjadi sekitar 4,9 juta barrel per hari dari sebelumnya sekitar 700 ribu hingga 1 juta barrel per hari.
Baca juga: Tanker Arab Saudi Diserang, Trump Ultimatum Iran-Houthi
Volume tersebut setara dengan sekitar 5 persen pasokan minyak global, dengan sekitar 3,5 juta barrel per hari dikirim melalui Selat Bab El-Mandeb menuju pembeli di Asia.
Namun, meningkatnya ancaman serangan kelompok Houthi di Laut Merah membuat jalur alternatif tersebut ikut terancam sehingga Arab Saudi mulai mengandalkan rute melalui Terusan Suez di Mesir.















