Penulis: Muhammad Athif Aiman/DW Indonesia

KOMPAS.com - Empat perempuan dan dua laki-laki sedang bersaing untuk menggantikan Antonio Guterres sebagai pemimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang saat ini menghadapi ketidakstabilan global yang belum pernah terjadi sebelumnya.Mulai dari berbagai konflik peperangan dan diperparah adanya krisis anggaran yang serius.

Politisi Portugis yang juga memegang kewarganegaraan Timor Leste itu secara resmi akan meletakkan jabatannya pada 31 Desember 2026. Penggantinya akan ditentukan dalam Sidang Umum PBB pada September mendatang.

Baca juga: Trump Disebut Dorong Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Para pengamat menilai sulit untuk menentukan siapa kandidat yang diunggulkan karena negara-negara besar dunia masih terpecah dalam menentukan pilihan.