JAKARTA, KOMPAS.com - Fiktor Harefa, petugas keamanan proyek MRT yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), mengaku berinisiatif bersujud saat mediasi di Pos Polisi Thamrin, Rabu (22/7/2026), karena diliputi rasa takut dan panik.

Fiktor menegaskan, aksi mencium tangan dan bersujud itu dilakukan atas kemauannya sendiri, bukan karena diminta oleh pihak pengemudi Alphard.

"Kalau sujud itu kemauan saya sendiri, karena saya sudah ketakutan, sudah emosi, sama otak saya itu juga terganggu kemarin," ungkap Fiktor kepada Kompas.com di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).Baca juga: Satpam Bundaran HI yang Bersujud ke Sopir Alphard Datangi Polsek Menteng untuk Mediasi

Sebelumnya, melalui rekaman video yang diunggahnya, Fiktor mengaku ketakutan setelah pihak pengemudi Alphard mengancam akan melaporkan insiden tersebut kepada perusahaan vendor tempatnya bekerja.

Ancaman itu membuatnya khawatir kehilangan pekerjaan sehingga memilih meminta maaf dengan bersalaman dan bersujud.