Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman buka suara soal viralnya aksi anak Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Nevirizal yang flexing atau pamer kekayaan di media sosial.Akibat ulah sang anak, Nevirizal memutuskan mundur dari jabatannya. Dudung mengaku memonitor kasus tersebut dan meminta kejadian ini menjadi pelajaran semua pihak."Iya, saya monitor. Ya belum saya tahu persis ya bagaimana kejadiannya, tapi ya mudah-mudahan ini menjadi pelajaranlah bagi kita," kata Dudung saat ditemui di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Dudung meminta aksi pamer keluarga pejabat tidak terulang lagi. Ia juga mengomentari keputusan Nevirizal yang mengundurkan diri yang menurutnya dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal."Hal-hal yang seperti ini jangan sampai terjadi. Ya mungkin bapaknya juga banyak pertimbangan yang beliau perkirakan sehingga mungkin lebih baik mundur," sebut Dudung.Dilansir dari detikSumut, Dea Arranoya, anak dari Nevirizal memamerkan liburan di Korea Selatan, Bangkok hingga Eropa. Dea juga menyebarkan isi percakapan di grup keluarga termasuk rencana pembelian mobil.Dalam postingan lainnya, sang anak juga mengunggah foto sejumlah jeriken tersusun rapi yang disebut berisi BBM. Jeriken itu ditempatkan di sebuah ruangan di samping mobil warna hitam. Postingan anak Nevirizal menjadi perbincangan karena disebut diunggah saat Gayo Lues masih dalam tahap pemulihan pasca bencana."Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya," tulis postingan tersebut.Saksikan Live DetikSore:






