WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui perjanjian kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi yang membuka jalan bagi kerajaan itu mengembangkan program energi nuklir selama 30 tahun.
Kesepakatan bernilai puluhan miliar dollar AS tersebut juga berpotensi membuka peluang pembangunan fasilitas pengayaan uranium di wilayah Arab Saudi.Perjanjian ini diperkirakan akan segera diajukan ke Kongres untuk ditinjau.
Baca juga: Kenapa Houthi Lakukan Blokade Laut terhadap Arab Saudi?
Pengayaan uranium bergantung hasil studi
SHUTTERSTOCK/kmls Ilustrasi uranium. Uranium adalah unsur kimia radioaktif dan logam berat yang telah digunakan sebagai sumber energi terkonsentrasi yang jumlahnya cukup melimpah selama lebih dari 60 tahun.












