MALANG, KOMPAS.com – Pedagang kambing asal Kota Batu, Jawa Timur, Faiq Muhammad Alkatiri, mengaku sempat diliputi kekhawatiran sebelum memutuskan aktif membuat konten di media sosial.

Pria yang belakangan viral ini mengatakan, kekhawatiran tersebut bukan karena takut menjadi terkenal, melainkan takut jika ada ucapannya yang keliru dan justru diikuti banyak orang.

"Awalnya memang ada rasa takut. Saya merasa ada beban. Takut kalau saya salah ngomong, lalu didengar jutaan orang. Yang saya khawatirkan, kalau ada orang mengikuti ucapan saya yang ternyata keliru, itu menjadi tanggung jawab yang besar, bahkan bisa menjadi dosa," ujar Faiq kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).Keraguan itu juga sempat dirasakan sang istri. Menurut Faiq, istrinya sejak awal sebenarnya mendukung niatnya membuat konten untuk berdakwah, tetapi berharap langkah tersebut dipertimbangkan secara matang.

"Awalnya istri tidak begitu setuju kalau bikin konten. Sebenarnya, beliau mendukung, hanya kalau bisa jangan dulu. Tapi, kalau memang mau dijalankan, ya enggak apa-apa," katanya.

Baca juga: Usai Viral, Penjual Kambing di Batu Banjir Tawaran Isi Kajian hingga Endorse