Penulis: Ramisha Ali/DW Indonesia
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penyelidikan baru terhadap dugaan campur tangan China dalam pemilu AS.Ia juga mengumumkan pembukaan dokumen intelijen yang sebelumnya dirahasiakan, yang menurutnya mengungkap kerentanan dalam sistem pemilu di AS.
Berbicara dari Gedung Putih pada Kamis (16/7/2026), Trump mengklaim China melakukan apa yang ia sebut sebagai kompromi data pemilu terbesar dalam sejarah.
Baca juga: Peringatan dari Nuklir Laut China
Menurutnya, Beijing memperoleh akses data 220 juta berkas pemilih AS sebelum pemilu 2020, yang saat itu dimenangkan oleh Presiden AS Joe Biden.










