TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Metropolitan Tokyo mendorong para pegawainya untuk mengenakan celana pendek saat bekerja.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menghemat penggunaan pendingin udara (AC) di tengah lonjakan biaya energi yang terkait dengan konflik di Timur Tengah.Kebijakan ini menjadi terobosan tersendiri di Jepang, negara yang selama ini dikenal ketat menerapkan aturan berbusana formal, khususnya bagi karyawan pria yang lazim mengenakan setelan jas ke kantor.

Baca juga: Anak 12 Tahun Dijual Ibu Kandung ke Prostitusi di Tokyo

Inisiatif ini pertama kali diumumkan pada musim semi lalu oleh Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang saat itu menyinggung soal kondisi pasokan listrik yang menantang.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari versi pembaruan kampanye "Cool Biz", program hemat energi yang mendorong para birokrat untuk melepas dasi dan jas pada musim panas.