TEHERAN, KOMPAS.com - Negosiator utama Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya kini memiliki kebebasan penuh untuk bertindak membalas agresi musuh, menyusul serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menewaskan tujuh tentara Iran.
Serangan yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) tersebut menjadi pemantik terbaru dari eskalasi konflik yang kian tidak terkendali di kawasan Timur Tengah.Insiden ini sekaligus menggagalkan draf kesepakatan perdamaian sementara yang baru saja disepakati kedua belah pihak pada 17 Juni lalu.
Pihak Washington mengumumkan telah meluncurkan beberapa putaran serangan udara dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: AS Hantam Kapal yang Terobos Blokade Laut Iran, Tembakkan Rudal Hellfire
AS berdalih bahwa armada tempurnya murni membidik target militer di kawasan pesisir Iran yang berdekatan dengan Selat Hormuz serta di wilayah Pulau Tunb Raya.






