KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (Royal Malaysian Navy/RMN) bersiap menerima kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) pertama pada Desember mendatang setelah proyeknya tertunda hampir satu dekade.
Meski telah dibekali kemampuan anti-kapal selam, pertahanan udara, dan peperangan elektronik, kapal tersebut belum memiliki rudal anti-kapal sebagai senjata utamanya.Meski demikian, pemerintah Malaysia memutuskan tetap melanjutkan jadwal pengiriman sembari mencari pengganti sistem rudal yang batal dipasok Norwegia.
Baca juga: Malaysia-Norwegia Ribut soal Rudal, Kuala Lumpur Berpaling dari Oslo
Rudal batal dipasang
Dilansir South China Morning Post, Rabu (15/7/2026), Kementerian Pertahanan Malaysia menegaskan keputusan Norwegia mencabut izin ekspor sistem Naval Strike Missile (NSM) tidak memengaruhi jadwal penyerahan kapal.









