KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Pemerintah Malaysia mulai mencari pemasok alternatif untuk sistem rudal angkatan laut setelah kesepakatan pengadaan rudal dengan Norwegia gagal terlaksana akibat pencabutan ekspor teknologi oleh Oslo.

Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamed Khaled Nordin, mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menilai dan mengevaluasi sistem rudal yang dapat menggantikan Naval Strike Missile (NSM) asal Norwegia.Menurut Khaled, pencabutan izin ekspor tersebut tidak akan memengaruhi jadwal pengiriman proyek Littoral Combat Ship (LCS) Malaysia.

Baca juga: Malaysia Marah Norwegia Batal Kirim Rudal, padahal Sudah Bayar 95 Persen

"Pencabutan izin ekspor tidak memengaruhi jadwal pengiriman yang direncanakan untuk proyek LCS," kata Khaled di parlemen, seperti dikutip AFP.

Menurutnya, aset dan sistem persenjataan yang dimiliki Malaysia tetap tersedia untuk menjalankan tugas menjaga kedaulatan wilayah perairan negara.