SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang dokter gigi spesialis berinisial FL, alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair), diduga melakukan plagiarisme terhadap dua karya tulis ilmiah milik juniornya berinisial SA.
Karya tulis tersebut digunakan sebagai salah satu syarat kelulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Mulut dan Maksilofasial.Kuasa hukum SA, Muhammad Taufiq, mengatakan dugaan tersebut bermula saat FL meminta bantuan kepada kliennya untuk menyusun karya tulis ilmiah dengan alasan sebagai tugas akademik biasa.
"Jadi memang klien kami orangnya suka berdiskusi secara akademis dan memang sejak awal merasa nyaman dengan FL. Tapi, dia ini orangnya penuh manipulasi sehingga memang tidak ada unsur paksaan, tapi juga tidak pernah mengatakan untuk tesis," kata Taufiq kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Sosiolog Unair Ungkap 3 Akar Maraknya Kasus Pencabulan Anak, Relasi Kuasa hingga Budaya Bungkam
Menurut Taufiq, terdapat dua karya tulis ilmiah yang seluruhnya dikerjakan oleh SA dalam kurun 2021 hingga 2023.








