TBILISI, KOMPAS.com – Absennya Georgia dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turkiye, memicu debat panas mengenai potensi isolasi politik internasional.
Berbeda dengan negara non-NATO lain seperti Ukraina dan Qatar yang mendapat undangan, Georgia untuk pertama kalinya dicoret dari agenda resmi. Kondisi ini memicu kekhawatiran domestik bahwa negara Kaukasus Selatan tersebut telah kehilangan pengaruh regionalnya.
Baca juga: Drama 48 Jam KTT NATO, Trump Sempat Mencak-mencak di Negara Erdogan
Analis politik Paata Zakareishvili menilai, situasi ini mencerminkan hilangnya kepercayaan dari mitra strategis.
Hal itu karena Georgia dinilai gagal memenuhi syarat aliansi pertahanan tersebut, sebagaimana dilansir Euronews, Jumat (10/7/2026).













